Translator

waktu sekarang

Senin, 11 Januari 2016

Hanya Berubah – oleh Emilia Kurniasari Tangerang

Di tengah keheningan malam
Air mata itu jatuh lagi
Entah sudah berapa banyak
Air mataku jatuh di pipi yang sama

Beruntungnya aku kali ini
Hanya setetes air mata yang kutumpahkan
Hanya untuk orang yang tak tahu terima kasih
Diberi sedikit akhirnya menjadi


Terkadang aku ingin menumpahkan kekesalanku
Pada orang yang menghargaiku saja tidak pernah
Namun apalah daya wanita lemah ini
Yang lain pun juga tak menghargaiku

Kini aku harus apa?
Hanya terdiam dan terus menerus menangisi
Walau bergelimang harta pun tak mengubah apapun
Hati ini sudah terlanjur tergores

Aku tak butuh maaf darimu
Tangisku sudah terlanjur banjir
Tak mampu kau kembalikan lagi air mataku
Hanya berubah lah yang aku mau
Di tengah keheningan malam
Air mata itu jatuh lagi
Entah sudah berapa banyak
Air mataku jatuh di pipi yang sama

Beruntungnya aku kali ini
Hanya setetes air mata yang kutumpahkan
Hanya untuk orang yang tak tahu terima kasih
Diberi sedikit akhirnya menjadi

Terkadang aku ingin menumpahkan kekesalanku
Pada orang yang menghargaiku saja tidak pernah
Namun apalah daya wanita lemah ini
Yang lain pun juga tak menghargaiku

Kini aku harus apa?
Hanya terdiam dan terus menerus menangisi
Walau bergelimang harta pun tak mengubah apapun
Hati ini sudah terlanjur tergores

Aku tak butuh maaf darimu
Tangisku sudah terlanjur banjir
Tak mampu kau kembalikan lagi air mataku
Hanya berubah lah yang aku mau


Hanya Berubah – oleh Emilia Kurniasari Tangerang

Sumber : http://lokerpuisi.com/2016/01/10/62634/http://lokerpuisi.com/2016/01/10/62634/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar