Di tengah keheningan malam
Air mata itu jatuh lagi
Entah sudah berapa banyak
Air mataku jatuh di pipi yang sama
Beruntungnya aku kali ini
Hanya setetes air mata yang kutumpahkan
Hanya untuk orang yang tak tahu terima kasih
Diberi sedikit akhirnya menjadi
Terkadang aku ingin menumpahkan kekesalanku
Pada orang yang menghargaiku saja tidak pernah
Namun apalah daya wanita lemah ini
Yang lain pun juga tak menghargaiku
Kini aku harus apa?
Hanya terdiam dan terus menerus menangisi
Walau bergelimang harta pun tak mengubah apapun
Hati ini sudah terlanjur tergores
Aku tak butuh maaf darimu
Tangisku sudah terlanjur banjir
Tak mampu kau kembalikan lagi air mataku
Hanya berubah lah yang aku mau
Di tengah keheningan malam
Air mata itu jatuh lagi
Entah sudah berapa banyak
Air mataku jatuh di pipi yang sama
Beruntungnya aku kali ini
Hanya setetes air mata yang kutumpahkan
Hanya untuk orang yang tak tahu terima kasih
Diberi sedikit akhirnya menjadi
Terkadang aku ingin menumpahkan kekesalanku
Pada orang yang menghargaiku saja tidak pernah
Namun apalah daya wanita lemah ini
Yang lain pun juga tak menghargaiku
Kini aku harus apa?
Hanya terdiam dan terus menerus menangisi
Walau bergelimang harta pun tak mengubah apapun
Hati ini sudah terlanjur tergores
Aku tak butuh maaf darimu
Tangisku sudah terlanjur banjir
Tak mampu kau kembalikan lagi air mataku
Hanya berubah lah yang aku mau
Hanya Berubah – oleh Emilia Kurniasari Tangerang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar